PEMBAGIAN DAGING QURBAN DI TEGAREN TRENGGALEK PAKAI ANYAMAN BAMBU

Pembagian Daging Kurban di Tegarén Tanpa Plastik, Gunakan Anyaman Bambu
 
TRENGGALEK  – Tradisi pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun  2026  ini di lingkungan Bank Sampah Tegarén berlangsung dengan cara yang unik dan ramah lingkungan. Tidak menggunakan kantong plastik seperti umumnya, panitia yang digerakkan oleh Rumah Zakat yang dikelola Bu Yeni dan Bu Alik memilih wadah anyaman bambu yang dilapisi daun pisang untuk membungkus dan membagikan daging hewan kurban kepada warga.
 
Ratusan wadah anyaman bambu disusun rapi di halaman tempat kegiatan, masing-masing berisi potongan daging yang telah dibagi secara merata. Anyaman bambu yang digunakan merupakan hasil kerajinan tangan warga sekitar, yang dipilih bukan hanya karena nilai budayanya, tetapi juga untuk mengurangi sampah plastik yang biasanya menumpuk setelah kegiatan pembagian selesai.
 
Bu Yeni, salah satu pengelola kegiatan, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap lingkungan dan keinginan menghidupkan kembali kearifan lokal. “Biasanya habis pembagian kurban, banyak sekali kantong plastik berserakan. Kami berpikir, kenapa tidak kembali ke cara nenek moyang yang lebih alami dan indah? Anyaman bambu ini bisa dipakai ulang, ramah lingkungan, sekaligus mendukung produk kerajinan warga,” ujarnya.
 
Hal senada disampaikan Bu Alik, yang menambahkan bahwa langkah ini juga sejalan dengan tujuan utama berdirinya Bank Sampah Tegarén, yaitu mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah. “Kegiatan kurban itu ibadah berbagi, dan kami ingin ibadah ini juga membawa manfaat bagi alam. Dagingnya dibagikan, lingkungannya pun tetap terjaga kebersihannya,” tambahnya.
 
Warga penerima daging kurban pun menyambut baik cara pembagian ini. Banyak yang mengaku senang karena wadah anyaman bambu tersebut nantinya masih bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan rumah tangga.
 
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana momen keagamaan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian lingkungan dan pelestarian budaya. Diharapkan langkah ini dapat diikuti oleh kelompok atau lembaga lain, sehingga tradisi berbagi di Idul Adha semakin bermakna dan lestari bagi alam. Rabu 27/5/26 .Imam Safii 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARAPAN SEBELUM BER AKTIFITAS PAGI

PersaudaraaN SH Terate Ranting Kampak Cabang Trenggalek Pusat Madiun salurkan bantuan kepada Siswa yang baru mengalami kecelakaan

Menjelang Bulan suci PersaudaraaN SH Terate Ranting Kampak Cabang Trenggalek Pusat Madiun bersamaasyarakat Kedungdowo membersihkan area makam Putuk nglegok